Sabtu, 01 Oktober 2011

Sektor-Sektor Yang Mempengaruhi


SEKTOR PERIKANAN & KELAUTAN

Sektor perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didominasi oleh perikanan laut karena lokasi daerah ini secara geografis dikelilingi oleh lautan dan selat. Selain sumber daya laut, daerah ini juga memiliki potensi untuk budidaya air tawar dan payau.
Potensi sumberdaya perikanan tangkap di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan luas areal 65.301 km2 sebesar 499.500 ton/tahun dengan nilai ekonomis Rp. 2.497.500.000.000. Jumlah produksi untuk tahun 2006 adalah 122.841,6 ton (24,59% dari potensi produksi) dengan nilai produksi Rp. 1.235.632.162.000 (49,47% dari potensi nilai ekonomis). Jenis ikan dominan antara lain: Tenggiri, Tongkol, Kembung, Layang, Selar, Tembang, Kakap, Kerapu, Bawal Hitam, Bawal Putih, Kerisi, Ekor Kuning, Udang Windu, dan Udang Putih.
Di samping potensi sumber daya perikanan tangkap tersebut di atas, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan panjang pantai 1.200 km dan 251 buah pulau-pulau kecil merupakan wilayah yang cocok untuk usaha budidaya laut seperti ikan kerapu, teripang, rumput laut dan kerang-kerangan. Luas areal untuk budidaya laut adalah seluas 120.000 Ha dengan potensi produksi 1.200.000 ton. Pada tahun 2006 produksi budidaya laut hanya sebesar 17.78 ton (0.07% dari potensi produksi).
Selain sumberdaya perikanan laut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi lahan budidaya air payau (tambak) dan air tawar (kolong). Dengan panjang pantai 1.200 km potensi lahan untuk budidaya tambak mencapai 250.000 Ha dengan potensi produksi 100.000 ton. Pada tahun 2006 produksi budidaya air payau hanya sebesar 153.55 ton (0.07% dari potensi produksi).
Untuk budaya perikanan air tawar, potensi lahan yang dimiliki mencapai 1.602 Ha yang terdiri dari dari perairan kolong, sungai dan kolam dengan potensi produksi 16.000 ton. Pada tahun 2006 produksi budidaya air tawar hanya sebesar 751.24 ton (0.07% dari potensi produksi).
Peluang investasi yang ditawarkan pada sektor perikanan dan kelautan ini adalah:

Industri Pakan

Pakan ikan laut; kapasitas 50 ton/hari; 25 unit
Pakan ikan payau; kapasitas 50 ton/hari; 10 unit Pakan ikan tawar; kapasitas 50 ton/hari; 2 unit

Industri Bioteknologi

Benih ikan laut 40.000.000-50.000.000 ekor/tahun
Benih ikan payau 40.000.000-50.000.000 ekor/tahun
Benih ikan tawar 4000.000-5000.000 ekor/tahun

Pabrik Pengolahan

Cold Storage kapasitas 200 – 500 Ton; 30 unit
Pabrik Es; kapasitas 10-20 ton/hari; 10 unit
Industri Tepung Ikan; kapasitas 5-10 ton/hari; 10 unit

Industri Galangan

Kapasitas 60 unit/tahun; 10 unit Galangan Kapal

Industri Pembuatan Alat tangkap :

1 Unit

PELABUHAN PERIKANAN

Pelabuhan Perikanan

SEKTOR PERTANIAN & KEHUTANAN

Potensi lahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih sangat besar untuk pengembangan kawasan pertanian, sebagai contoh terdapat lahan yang tidak diusahakan sebesar 6% dari potensi yang ada, dan ada lahan lainnya yang juga belum dimanfaatkan sebesar 23%, artinya upaya pengembangan pembangunan pertanian masih sangat dimungkinkan melalui perluasan areal tanam dengan penambahan bahan baku lahan dan optimalisasi lahan yang ada.
POTENSI LAHAN DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Potensi Lahan

SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HOLTIKULTURA

Pengembangan pertanian pada subsektor tanaman pangan dan holtikultura diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas. Ketersediaan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini hanya bisa mencukupi 9,36% dari kebutuhan pangan yang ada, selebihnya masih dipasok dari luar Bangka Belitung. Padahal potensi lahan yang ada bisa untuk meningkatkan ketersediaan pangan yang ada. Untuk itu upaya yang dilakukan sebagai tindakan preventifnya adalah dengan perluasan areal tanam dan intensifikasi lahan, akselerasi terhadap penyediaan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan penggunaan paket teknologi dan penanganan pasca panen. Begitu pula dengan subsektor holtikultura pencapaian pembangunannya diarahkan kepada pengembangan kawasan dengan memfokuskan kepada pengelolaan komoditi spesifik lokasi seperti pengembangan kawasan manggis di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Bangka, pengembangan kawasan durian di Kabupaten Bangka Barat, kawasan jeruk di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah.

SUBSEKTOR PERKEBUNAN

Kontribusi PDRB terbesar ketiga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disumbangkan oleh Sektor Pertanian dan Kehutanan sebesar 18,69% (tahun 2006) setelah sektor industri pengolahan sebesar 22,37% dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 21,32%. Hal ini juga diikuti dengan perkembangan volume ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2005 yang menempatkan sektor pertanian dan kehutanan khususnya pada komoditi Lada dan Karet pada urutan kedua perkembangan ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setelah Timah. Lada Putih (Muntok White Pepper) yang merupakan komoditi unggulan perkebunan sudah terkenal di pasaran dunia dengan cakupan produksi sebanyak 20.000 – 35.000 ton per tahun, begitu pula dengan perkembangan perkebunan kelapa sawit yang ada seluas 136.400 Ha mempunyai keunggulan komparatif bagi perkembangan pembangunan pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam perkembangannya subsektor perkebunan menetapkan fokus pengembangan kepada tiga komoditi utama yaitu Lada, Karet, dan Kelapa Sawit.

SUBSEKTOR PERTANIAN



Sektor peternakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mendapatkan perhatian khusus mengingat bahwa kebutuhan daging sampai saat ini masih didatangkan dari luar daerah untuk itu Dinas Pertanian dan Kehutanan mengupayakan program utama dalam pengembangan subsektor peternakan adalah pemenuhan kecukupan daging. Untuk itu upaya yang dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut adalah dengan meningkatkan populasi ternak dan pembibitan sapi melalui pola penggemukan sapi. Pada subsektor peternakan juga memfokuskan pengembangan peternakan pada dua fokus utama ternak yaitu Sapi Potong dan Ayam Buras.

SUBSEKTOR KEHUTANAN

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki kawasan hutan seluas 657.510 Ha yang terdiri dari

NO.KAWASAN HUTANLUAS (HA)PERSEN (%)
1.Hutan Konservasi (HK)34.6905.28
2.Hutan Lindung (HL)156.73023.84
3.Hutan Produksi (HP)466.09070.89



Perkiraan Luas Kawasan Hutan Dan Areal Penggunaan Lain Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung:
NO.KAB/KOTAKAWASAN HUTAN (HA)APLJUMLAH
HKHPHLJUMLAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Bangka
Bangka Barat
Bangka Selatan
Bangka Tengah
Belitung
Belitung Timur
Pangkalpinang
17.654
6.665
1.712
6.068
2.591
0
0
12.350
15.560
18.115
23.741
46.255
40.709
0
68.916
99.768
134.275
75.265
44.961
42.905
0
98.920
121.993
154.102
105.074
93.807
83.614
0
196.148
160.068
206.606
110.505
135.562
167.077
8.940
295.068
282.061
360.708
215.577
229.369
250.691
8.940
Subsektor kehutanan di Pulau Bangka dan Belitung menghasilkan berbagai jenis hasil hutan antara lain kayu meranti, kayu mandaru dan kayu bulat.





SEKTOR PERTAMBANGAN

TIMAH

Berdasarkan data data geologi hampir di semua wilayah baik didarat maupun dilaut mempunyai cadangan timah yang dikenal dengan istilah world’s tin belt (sabuk timah dunia).

DAFTAR PERUSAHAAN SMELTER TIMAH
YANG TELAH MENDAPAT IZIN SEBAGAI EXPORTIR TERDAFTAR (ET)
NO.NAMA PERUSAHAANLUAS KUASA PENAMBANGAN (HA)KETERANGAN
1.PT. TIMAH Tbk.473.800,06Darat : 330.664,09 Ha
Laut : 143.135,97 Ha
2.PT. KOBA TIN41.680,30 
3.CV. DS Jaya Abadi50,00 
4.PT. Bukit Timah49,60 
5.PT. Bangka Putra Karya255,00 
6.CV. Duta Putra Bangka100,00 
7.PT. Billiton Makmur Lestari374,00 
8.PT. Tinindo Inter Nusa539,00 
9.CV. Donas Kembara12,00 
10.PT. Sumber Jaya Indah75,00 
11.PT. Sari Wiguna Bina Sentosa121,00 
12.PT. Prima Timah Utama50,00 
13.Yin Chinindo Minning Industry87,20 
14.PT. Mitra Stania Prima- 
Wilayah Kuasa Pertambangan

BAHAN GALIAN C

Berdasarkan data data geologi hampir di semua wilayah baik didarat maupun dilaut mempunyai cadangan timah yang dikenal dengan istilah world’s tin belt (sabuk timah dunia).

DAFTAR PERUSAHAAN SMELTER TIMAH
YANG TELAH MENDAPAT IZIN SEBAGAI EXPORTIR TERDAFTAR (ET)
NO.JENIS BAHAN GALIANCADANGAN
1.Pasir Kwarsa252.500.000 Ton
2.Pasir Bangunan321.900.000 Ton
3.Kaolin224.300.000 Ton
4.Granit210.200.000 M3
5.Diabas89.000.000 M3
 
TABEL POTENSI BAHAN GALIAN C DAN TAMBANG
DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
NO.POTENSI BAHAN GALIANKECAMATANLUAS (HA)
1.Batu Gamping KuarsaBelinyu, Sungailiat, Jebus, Pangkalan Baru, Kelapa, Toboali30.438,77
2.Batu Gamping KuarsaBelinyu, Jebus, Sungailiat, Kelapa, Pangkalan Baru, Pangkal Balam, Toboali29.861.288
3.Batu Pasir GampinganJebus, Tanjung Pandan343.384
4.Batu Pasir Karbonat, Batu Lempung, TuffBelinyu, Koba, Toboali, Jebus25.276.261
5.Batu Pasir Karbonat, Timah, Kasiterit, LignitGantung, Membalong1.930.801
6.Batu Pasir Lempungan, Batu Lempung Gampingan, OksidaJebus, Belinyu, Sungailiat, Muntok, Kelapa, Merawang, Pangkalan Baru, Pangkal Balam, Rangkui, Bukit Intan, Koba, Payung, Sungai Selan, Toboali, Lepar Pongok, Taman Sari513.083.258
7.Batu Pasir Lempungan, Batu Lempung PasiranBelinyu, Kelapa, Jebus, Sungailiat, Muntok, Merawang, Mendo Barat, Pangkalan Baru, Taman Sari, Pangkal Balam, Rangkui, Bukit Intan, Koba, Payung, Sungai Selan, Toboali, Kelapa Kampit, Tanjung Pandan, Membalong, Gantung, Dendang, Manggar, Lepar Pongok396.841.551
8.Batu Pasir, Rijang, Tuff, Kaolin, Kasiterit, GalenaTanjung Pandan, Membalong, Dendang, Gantung, Manggar, Kelapa Kampit254.938.616
9.GranitBelinyu, Kelapa, Jebus, Sungailiat, Muntok, Merawang, Mendo Barat, Pangkalan Baru, Taman Sari, Pangkal Balam, Rangkui, Bukit Intan, Koba, Payung, Sungai Selan, Toboali, Kelapa Kampit, Tanjung Pandan, Membalong, Gantung, Dendang, Manggar, Lepar Pongok255.187.971
10.Granit, Kuarsa, KasiteritLepar Pongok, Gantung, Tanjung Pandan60.604.249
11.Granit, Oksida Besi, Batu Pasir Kuarsa, Batu PasirManggar, Kelapa Kampit, Gantung5.215.884
12.Granit, Pasir Kuarsa, Oksida BesiMembalong, Dendang20.058.629
13.Pasir Kuarsa, Oksida BesiManggar432.35
14.Timah, Batu Pasir Kuarsa, Batu LempungDendang, Gantung, Kelapa Kampit, Manggar, Membalong, Tanjung Pandan42.236.928
Potensi Bahan Galian

PASIR KUARSA

Luas sebaran pasir kuarsa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperkirakan mencapai 4.143,68 ha dengan ketebalan yang sangat bervariasi antara 2-6 meter sehingga potensi cadangannya untuk wilayah pulau Bangka mencapai 252.500.000 ton, sedangkan untuk wilayah pulau Belitung mencapai 14.157.500 ton.
POTENSI PASIR KUARSA
NO.LOKASIKECAMATANKOMODITISTATUSPOTENSI (TON)
1.SijukSijukPasir KuarsaHipotetis12.500.000
2.Keleka UsangTanjung PandanPasir KuarsaHipotetis870.000
3.Tanjung BingaTanjung PandanPasir KuarsaHipotetis187.500
4.Tanjung Batu, PenyuMembalongPasir KuarsaHipotetis150.000
5.Kampung BaruTanjung PandanPasir KuarsaHipotetis75.000
6.Tanjung Empang JebutTanjung PandanPasir KuarsaHipotetis37.500
Jumlah14.157.500
 

KAOLIN

Endapan Kaolin Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dijumpai pada beberapa tempat di antaranya di daerah Badau, Dendang, Manggar, Membalong, Kelapa Kampit, dan wilayah lainnya. Kaolin ini berwarna putih, berbutir halus, lunak, dan lengket apabila basah, sebagian bersifat pasiran.
POTENSI KAOLIN
NO.LOKASIKECAMATANKOMODITISTATUSPOTENSI (TON)
1.BadauBadauKaolinHipotetis7.510.817
2.PangkalalangDendangKaolinHipotetis4.268.000
3.Air PajahManggarKaolinHipotetis1.879.000
4.Belitung BaratMembalongKaolinHipotetis111.246
5.Air SeruKelapa KampitKaolinHipotetis12.383
Jumlah13.781.446
 

BATU BESI

Di daerah Kabupaten Belitung Timur Prov.Kep.Bangka Belitung terdapat sekitar 29 perusahaan skpkpd/kp batu besi (hematite) dengan luas kp sekitar 1.390,3 ha.

ZIRKON

Zirkon di Kabupaten Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperkirakan terdapat bersamaan dengan endapan timah sekunder, baik berupa endapan sungai maupun endapan pantai. Butirannya yang halus dan warna yang bening agak sulit dibedakan dari butiran kuarsa yang banyak dijumpai di seluruh wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagaimana endapan timah, untuk mengetahui potensi zirkon ini perlu dilakukan penelitian dan eksplorasi lebih lanjut.

MONASIT

Endapan monasit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditemukan di Gunung Muntai. Menurut Direktorat Sumber Daya Mineral (Peta Sebaran Mineral Logam P. Sumatera Bagian Selatan, 1998), monasit di Gunung Muntai memiliki cadangan terukur sebesar 182,9 ton. Selanjutnya dalam pengamatan lapangan di Gunung Muntai dijumpai banyak singkapan batu granit yang diduga mengandung monazit di bagian pinggang dan puncak gunung, namun secara megakopis sangat sulit mengetahui kandungan mineral tersebut dalam batu granit.

Infrastruktur


Infrastruktur penunjang kegiatan perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara umum cukup memadai antara lain telah tersedianya pasar dan pusat-pusat perbelanjaan/pertokoan. Pasar terbagi atas atas pasar besar dan pasar kecil (tradisional).
Pos dan telekomunikasi memegang peranan penting dalam mendorong percepatan arus informasi. Pelayanan jasa pos dan telekomunikasi di provinsi kepulauan bangka belitung meliputi pengiriman surat, kargo, telepon, dan facsimile. Ada 3 profider seluler di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu telkomsel, excelcomindo, indosat.
Sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua sistem yaitu sistem yang dimiliki oleh PT. PLN (persero) dan sistem yang dimiliki oleh pihak swasta yaitu PT. Timah, Tbk dan PT. Koba Tin. Sistem kelistrikan PT. PLN (persero) di wilayah usaha Bangka Belitung: sistem Bangka memiliki 6 pusat PLTD milik sendiri dan beberapa pembangkit dengan sistem sewa, dan sistem Belitung memiliki 2 pusat PLTD.
Transportasi darat merupakan salah satu faktor penting dalam memperlancar kegiatan perekonomian. Dari 3.193,36 km panjang jalan di Kepulauan Bangka Belitung, 16,62 persen merupakan jalan negara, 16,26 persen jalan provinsi dan 67,12 persen jalan kabupaten.
Perhubungan laut merupakan transportasi yang strategis bagi Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan untuk berinteraksi dengan provinsi lain. Di Kepulauan Bangka Belitung terdapat 8 pelabuhan yang terdiri dari 3 pelabuhan khusus barang dan 5 pelabuhan penumpang sekaligus barang.enam dari delapan pelabuhan tersebut berada di Pulau Bangka dan dua lainnya di Pulau Belitung. Transportasi air yang bergerak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain perusahaan PELNI dan perusahaan swasta. Jalur pelayaran dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah : tujuan Jakarta, Palembang, Tanjung Pinang, Surabaya, dan Pontianak.
Transportasi udara merupakan sarana transportasi merupakan sarana alternatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selain transportasi darat dan air. Di Kepulauan Bangka Belitung ada 2 pelabuhan udara yaitu Bandar Udara Depati Amir di Pulau Bangka dan HAS. Hanandjoeddin di Pulau Belitung. Maskapai penerbangan yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain Sriwijaya Air, Batavia Air, Lion Air, Adam Air Kartika Air dan Riau Air Lines.
Jarak Jalan di Pulau Belitung

LAMBANG DAERAH DAN ARTINYA


Logo Provinsi Kep. Bangka BelitungPerisai Bersudut Lima, melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepulauan Bangka Belitung, melambangkan wilayah, masyarakat, sistem pemerintah, kebudayaan dan sumberdaya alam Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Lingkaran Bulat Simetrikal, melambangkan kesatuan dan persatuan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi segala tantangan di tengah-tengah peradaban dunia yang semakin terbuka.
Butir Padi berjumlah 27 buah melambangkan nomor dari Undang-undang pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu UU No.27 Tahun 2000,dan Buah Lada, berjumlah 31 buah melambangkan Kepulauan Bangka Belitung merupakan Propinsi ke 31 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padi dan buah lada juga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Balok Timah, melambangkan kekayaan alam (hasil bumi pokok) berupa timah yang dalam sejarah secara social ekonomis telah menopang kehidupan masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung selama lebih dari 300 tahun. (diketemukan dan dikelola sejak tahun 1710 Mary Schommers dalam Bangka Tin).
Biru Tua dan Biru Muda (Dalam Perisai dan Lingkaran Hitam), melambangkan bahari dunia kelautan dari yang dangkal sampai yang terdalam. Menyiratkan lautan dengan segala kekayaan alam yang ada di atasnya, di dalam dan di dasar lautan yang dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
  • Putih (Tulisan), melambangkan keteguhan dan perdamaian.
  • Kuning ( Padi dan Semboyan), melambangkan ketentraman dan kekuatan.
  • Hijau (Pulau dan Lada), melambangkan kesuburan.
  • Hitam (Outline Lingkaran), melambangkan ketegasan.
Serumpun Sebalai, menunjukan bahwa kekayaan alam dan plularisme masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap merupakan kelurga besar komunitas (serumpun) yang memiliki perjuangan yang sama untuk menciptakan kesejahteraan , kemakmuran, keadilan dan perdamaian.
Untuk mewujudkan perjuangan tersebut, dengan budaya masyarakat melayu berkumpul, bermusyawarah, mufakat, berkerjasama dan bersyukur bersama-sama dalam semangat kekeluargaan (sebalai) merupakan wahana yang paling kuat untuk dilestarikan dan dikembangkan. Nilai- nilai universal budaya ini juga dimiliki oleh beragam etnis yang hidup di Bumi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan demikian, Serumpun Sebalai mencerminkan sebuah eksistensi masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan kesadaran dan cita­citanya untuk tetap menjadi keluarga besar yang dalam perjuangan dan proses kehidupannya senantiasa mengutamakan dialog secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat serta berkerja sama dan senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.
Serumpun Sebalai, merupakan semboyan penegakan demokrasi melalui musyawarah dan mufakat.

Economy of Bangka Belitung


PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Pada tahun 2006, PDRB atas dasar harga berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas sebesar 15.856.661 juta rupiah sedangkan PDRB tanpa migas sebesar 15.302.737 juta rupiah. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan dimana pada tahun 2005 PDRB atas dasar harga berlaku dengan migas adalah 14.189.082 juta rupiah dan PDRB tanpa migas sebesar 13.566.837 juta rupiah. Demikian juga, PDRB atas dasar harga konstan 2000 baik dengan migas maupun tanpa migas menunjukkan peningkatan.

PERTUMBUHAN EKONOMI

Perkembangan PDRB atas dasar harga konstan merupakan salah satu indikator penting untuk melihat seberapa besar pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil pembangunan. Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas pada tahun 2006 sebesar 3,48 persen dan pertumbuhan ekonomi tanpa migas adalah sekitar 4,54 persen. Nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2005 dengan migas adalah 8.706.800 juta rupiah, pada tahun 2006 meningkat menjadi 9.009.891 juta rupiah, sementara tanpa migas 8.769.569 juta rupiah.

STRUKTUR EKONOMI

Perekonomian di Provinsi Kepulau Bangka Belitung tahun 2006 ditopang terutama oleh sektor primer dan sektor sekunder. Sektor primer meliputi sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian yang mempunyai kontribusi cukup besar masing-masing sebesar 18,69 persen dan 21,32 persen.Sedangkan pada sektor sekunder yaitu sektor industri memberikan kontribusi terbesar pada PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu sebesar 22,37 persen dan untuk sektor listrik, gas dan air bersih serta sektor bangunan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,68 persen dan 5,45 persen. Untuk sektor tersier yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, lembaga keuangan dan jasa-jasa mempunyai kontribusi sebesar 31,49 persen.

PDRB PER KAPITA

PDRB per kapita merupakan salah satu ukuran indikator kesejahteraan penduduk dan sering digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk di suatu wilayah. Pada tahun 2006, PDRB perkapita penduduk berdasarkan harga berlaku di wilayah ini dengan migas sebesar Rp. 13.606.048 sedangkan tanpa migas sebesar Rp. 13.075.192.

Cultures And Social


Penduduk Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang semula dihuni orang-orang suku laut, dalam perjalanan sejarah yang panjang membentuk proses kulturisasi dan akulturasi. Orang-orang laut itu sendiri berasal dari berbagai pulau. Orang laut dari Belitung berlayar dan menghuni pantai-pantai di Malaka. Sementara mereka yang sudah berasimilasi menyebar ke seluruh Tanah Semenanjung dan pulau-pulau di Riau. Kemudian kembali dan menempati lagi Pulau Bangka dan Belitung. Sedangkan mereka yang tinggal di Riau Kepulauan berlayar ke Bangka. Datang juga kelompok-kelompok Orang Laut dari Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Pada gelombang berikutnya, ketika mulai dikenal adanya Suku Bugis, mereka datang dan menetap di Bangka, Belitung dan Riau. Lalu datang pula orang dari Johor, Siantan yang Melayu, campuran Melayu-Cina, dan juga asli Cina, berbaur dalam proses akulturasi dan kulturisasi. Kemudian datang pula orang-orang Minangkabau, Jawa, Banjar, Kepulauan Bawean, Aceh dan beberapa suku lain yang sudah lebih dulu melebur. Lalu jadilah suatu generasi baru: Orang Melayu Bangka Belitung.
Bahasa yang paling dominan digunakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Bahasa Melayu yang juga disebut sebagai bahasa daerah, namun seiring dengan keanekaragaman suku bangsa, bahasa lain yang digunakan antara lain bahasa Mandarin dan bahasa Jawa.
Penduduk Kepulauan Bangka Belitung merupakan masyarakat yang beragama dan menjunjung tinggi kerukunan beragama. Ditinjau dari agama yang dianut terlihat bahwa penduduk provinsi ini memeluk agama Islam dengan presentase sebesar 86.91 persen, untuk penduduk yang menganut agama Budha sebesar 7.83 persen, agama Kristen Protestan sebesar 2.70 persen, agama Katholik sebesar 2.45 persen dan lainnya atau 0.11 menganut agama Hindu. Tempat peribadatan agama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada sebanyak 718 mesjid, 438 mushola, 102 langgar, 87 gereja protestan, 30 gereja katholik, 48 vihara dan 11 centiya.

Kuliner Belitung


Villa Lor In, Resort Belitung Indah
Pantai Tanjungtinggi, Belitung
0719 24100
Satu-satunya fasilitas penginapan yang memadai di kawasan Tanjungtinggi. Cottages-nya semua langsung menghadap ke laut berpanorama indah.
Mencicipi kepala ketarap saus padang, lobster kukus, dan tumis kangkung ikan asin. Kepala ikan ketarap biasanya dimasak gangan, tetapi ternyata sangat cocok juga untuk disajikan dengan saus padang yang pedas.

RM Mabai
Jalan Pantai Tanjungtinggi, Belitung
0719 24438
Mencicipi gangan kepala ketarap, tenggiri goreng asam, ikan ilak bakar kecap, dan tumis genjer terasi.
Gangan adalah masakan khas Belitung yang sebetulnya sangat mirip dengan lempah kuning di Bangka. Bumbunya pun persis sama, yaitu: kemiri, kunyit, lengkuas, bawang merah, terasi, asam. Bahan utamanya pun sama, yaitu berbagai jenis ikan atau udang. Bedanya, gangan memakai potongan nanas yang menciptakan rasa asam-manis yang cantik dan segar.

RM Sari Laut
Jl. Wahab Aziz 29, Tanjungtinggi
0719 22257

Sebuah rumah makan yang sudah lama populer dan menjadi tujuan utama orang yang ingin makan enak di Tanjungpandan.
Mencicipi bakso ikan khas Belitung yang sangat mulus, lembut, dan mak nyuss. Restoran ini sangat terkenal untuk berbagai masakan kepiting – termasuk kepiting isi (gratinated crab) yang gurih. Juga mencicipi toge ikan asin, kepiting isi, yam ha (udang kukus).




Juhi Bakar
Jl. Mad Yasin RT 17/09, Tanjungpandan
0819 32340770
Cumi kering yang dibakar di atas bara arang, kemudian dipukul-pukul dengan palu agar menjadi lunak. Dimakan dengan cocolan saus asam-manis. Jajanan ini punya nama lain sotong pangkong – penamaan yang sama dengan jajanan serupa di Pontianak.
Warung ini buka sore hingga malam hari. Di malam hari, kebanyakan orang makan juhi bakar ini sambil minum bir.